"Mimpi tidak hanya di ukir dalam batin, cita-cita tidak hanya disenandungkan sebagai pemanis kata, keinginan tidak hanya ada dalam pikiran atau sekedar untaian di lisan, semua harus diupayakan dan tidak kalah pentingnya harus diperjuangkan ".
Itulah sebaris kalimat yang ditulis seorang gadis yang bernama Tiara.
Baiklah, mari kita telaah bersama apa maksud dari kalimat manis tersebut.
Mimpi tidak hanya diukir dalam batin, maksudnya bahwa ketika kita tidur mempunyai mimpi adakalanya mimpi itu hanya kita saja yang perlu mengetahuinya, tetapi adakalanya mimpi itu perlu diceritakan untuk mengetahui maksud mimpi tersebut. Itu adalah arti maksud yang sebenarnya. Sekiranya yang dimaksud mimpi itu adalah angan-angan maka sesungguhnya mimpi tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan kita berarti harus diupayakan dan diperjuangkan.
Cita-cita tidak hanya disenandungkan sebagai pemanis kata. Masih ingat ketika kita masih kecil ditanya orang tua kita atau guru kita "nak cita-citamu apa ?", tentu kita menjawab sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Tetapi sekarang apakah tercapai, sesuaikah dengan apa yang kita ucapkan dulu. Tentu ada yang tercapai dan sesuai dan sebaliknya. Sudah pasti kita sadari tercapainya cita-cita tersebut karena diupayakan dan diperjuangkan.
Keinginan tidak hanya ada dalam pikiran atau sekedar untaian dilisan. Contoh sederhana ketika kita haus dan lapar tentunya dalam pikiran kita pingin minum dan makan. Apakah hanya dalam pikiran saja. Tentu tidak, kita akan berupaya dan berjuang untuk menghilangkan rasa haus dan lapar tersebut dengan mencari makan dan minum.
Memang dan sudah pasti semua itu harus diupayakan dan diperjuangkan.
Ok!!
Selengkapnya...
Senin, 28 September 2009
Tiara
Parasit
Dari kata judul di atas semua orang akan tahu maksudnya. Parasit biasanya diartikan sebagai benalu yaitu sejenis tumbuhan yang hidup menumpang pada tumbuhan lain dan lebih parahnya ikut makan menghisap makanan tumbuhan yang ditempelenya. Pada bakteri biasanya bakteri yang merugikan tubuh, ikut makan sari makanan dalam tubuh kita.
Lalu bagaimana dengan manusia. Adakah manusia yang juga parasit ?
Dari segi istilah dalam kehidupan sah-sah saja ada manusia parasit. Memang pada dasarnya sama saja yang namanya parasit itu merugikan orang lain, hidup selalu menggantungkan pada induk semang, malas, tidak bisa cari kerja untuk kehidupannya dan barangkali bisa membuat kebangkrutan pada orang lain. Kita coba cari kata kuncinya. Malas adalah kata kunci yang menjadikan manusia menjadi parasit.
Selengkapnya...
Minggu, 27 September 2009
Musibah
Ketika waktu bergulir hidup juga berjalan. Apa yang ditemui dan dihadapi bermacam. Permasalahan hidup mengisi napas. Musibah adalah salah satu permasalahan itu. Musibah bisa berupa hasil dari perbuatan kita sendiri atau memang sebagai cobaan dariNya karena perbuatan kita atau sebagai ujian bagi kita. Pada dasarnya sesungguhnya tidak ada musibah yang datang sendiri, pasti ada sebab dari perbuatan kita. Sebagai cobaan atau ujian juga tidak lepas dari tindak tanduk, pola laku kita, serta kemaun kita juga. Mau takwa, cobaan dan ujiannya adalah perintah dan larangan.
Musibah adalah kejadian yang menimpa kita yang terjadi tanpa kita sangka sebelumnya dan biasanya kejadian itu tidk kita senangi. Bisa juga dikatakan malapetaka.
Musibah bisa juga bencana alam, gempa, banjir, tanah longsor. Bencana seperti ini secara langsung atau tidak langsung juga akibat dari perbuatan kita disadari atau tidak disadari.
Tidak kita sebelumnya dan tidak menyenangkan ? Iya. Contoh sederhana ketika kita mengalami kecelakaan lalu lintas. Apakah kita mengetahui sebelumnya. Tentu tidak dan sudah pasti hal tersebut tidak menyenangkan kita.
Sekarang bagaimana kita menyikapinya.
Memang memang musibah sesuatu hal yang menimpa seseorang. Bisa menjadi beban atau malah menjadi berkah. Menjadi beban apabila kita terlalu larut dengan penderitaan yang dialami. Menjadi berkah jika dapat mengambil hikmah yang ada dibalik musibah tersibah. Memang sulit perlu waktu untuk mengambilnya, pertama-tama memang terasa menjadi beban tapi seiring waktu berjalan mungkin hikmah muncul pelan-pelan.
Barangkali secara mudahnya agar lebih bijak melihat bencana tersebut sehingga tidak menjadi beban maka kita perlu meliha apa sisi baik yang tersisa atau yang terjadi setelah musibah. Seperti terjadi pada kecelakaan lalu lintas, misalnya yang tersisa kita masih hidup dan setelah itu ternyata silaturahim terjalin lebih baik. Sanak famili datang memjenguk dan mendoakan. Apakah ini tidak merupakan suatu kebaikan.
Selengkapnya...
Jumat, 25 September 2009
Mendungkah
Antara sekat-sekat yang ada tak kentara penghalang mencipta jerat-jerat kusut dan sampai buram tak kelihatan bayang-bayang
Debu, asap juga ikutan menyatu walau terbawa hingga gelap terbuka
Aku tanda tanya dan aku selalu tak tahu eeehm mendungkah ini.
Dalam kehidupan selalu ada rintangan dan halangan. Itulah kita manusia kadang permasalahan itu muncul mulai dari yang samar-samar sampai menggalaukan hati kita. Dari yang kotor sampai menghitamkan hati kita. Masalah itu selalu berbaur, tergantung bagaimana kita mencarikan solusi mengusir mendung tersebut. Ya masalah adalah mendung yang bisa menjadi hujan yang mungkin menjadi bencana atau anugrah. Tapi mendung tidak akan menjadi hujan jika angin mengusirnya hingga kejernihan muncul lagi. Yach kita butuh angin untuk mengusir masalah tapi kita juga butuh hujan sebagai anugrah.
Selengkapnya...
Selasa, 15 September 2009
Nikmat
Sering kita mengatakan ah nikmat sekali. Ya, kata nikmat, dikata benar-benar nikmat. Apa sih nikmat itu ?
Nikmat itu adalah suatu rasa yang menyenangkan, membahagiakan yang timbul setelah merasakan sesuatu, mendapatkan sesuatu dari rangsangan atau kejadian luar yang kita rasakan atau terjadi pada diri kita.
Apakah dalam kesehariannya kita selalu mendapatkan nikmat ?
Iya, benar dalam setiap detik, menit, jam dan dalam sehari kita terus memperoleh nikmat yang banyak. Apabila seseorang mengatakan bahwa dia tidak memperoleh nikmat dalam kesehariannya maka itu bohong besar. Mata kita bisa berkedip apakah itu tidak nikmat yang kita rasakan. Udara sejuk, ah sejuknya kata kita, apakah itu tidak nikmat. Banyak, banyak sekali. Bahkan di dalam Al qur'an Allah berpirman yang artinya kurang lebih bahwa sekiranya kita menghitung nikmat yang kita dapat maka kita akan tidak sanggup dan apabila kita pandai bersyukur maka niscaya nikmat itu akan Allah tambah. Bukan main. Memang bukan main-main apa yang dinyatakan Allah dalam kitab suci Al qur'an tersebut.
Tetapi kita tidak boleh mempermainkan nikmat atau bermain-main dengan nikmat tersebut. Bisa-bisa malah sengsara kita terima.
Nikmat bisa bersifat positif yaitu nikmat yang tidak membuat kita sengsasa. Yaitu nikmat yang di berikan Allah untuk kemashalatan hidup kita. Lalu nikmat negatif adalah nikmat semu yang dirasakan sesaat tetapi selanjutnya menyengserakan hidup kita, nikmat ini biasanya diperoleh akibat bujuk rayu setan.
Mau pilih mana , sesaat yang menyengsarakan atau yang baik membahagiakan ?
Selengkapnya...
Senin, 24 Agustus 2009
Perilaku
Suatu tindakan dan perbuatan yang kita lakukan tidak lepas dari perilaku yang muncul dari dalam diri kita. Perilaku bisa juga dikatakan tingkah laku yang dimanifestasikan dalam bentuk perbuatan.
Perilaku bisa terjadi dari hasil pembelajaran dalam kehidupan. Ada yang baik maka akan baik juga perilakunya, jika buruk maka akan berdampak buruk juga pada perilaku yang dimunculkan. Perilaku kita juga tidak lepas dari pengaruh lingkungan disekitar kita.
Lalu bagaimana agar perilaku kita akan baik dan sesuai aturan agama serta tatakrama kemasyarakatan ?
Pendidikan secara dini dan contoh yang baik serta lingkungan yang baik pula sebagai solusinya.
Pendidikan secara dini artinya kita selaku orang tua haruslah mengarahkan pendidikan kearah pendidikan agama yang baik, di sekolah yang mengajarkan moral beragama dan bermasyarakat.
Contoh dari orang tua sudah pasti merupakan panutan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Bagaimana perilaku yang ditampilkan orang tua akan menjadi contoh yang mudah ditiru anak-anak.
Lingkungan adalah apa yang ada disekitar anak selain orang tua. Lingkungan hidup yaitu orang lain yang ada. Apabila lingkungan hidup anak baik dalam menampilkan perilaku maka baik pula perilaku anak., begitu juga sebaliknya. Lingkungan benda mati seperti tv, vidio, ps dan lain yang biasa ditonton akan juga mempengaruhi anak. Idola di dalam tontonan kadang-kadang dapat menjadikan perilaku anak menjadi sang idola.
Mungkin banyak faktor lain yang juga bisa membentuk perilaku anak. Namun pada dasarnya tiga faktor di atas lebih dominan. Tergantung kita saja lagi.
Selengkapnya...
Selasa, 28 Juli 2009
Cinta
Langsung
Kepangkuanmu
Kalaku merindu desir angin berlalu menjewput itu dan itu kutahu selalu sisa-sisa kepalsuan yang telah lenyap antara senyap daun jatuh, selalu berbisik bahwa tak ada yang selalu ada hanya yang tahu diantara kata-kata dan makna yang tersingkap dalam arti sejati walaupun perputaran masa saling berganti antara mega dan mentari.
Mengertikah kau bahwa itu aku bayangkan dalam rajutan cerita hidup yang seakan naib bersatu dalam asa, rasa dan semua kekalutan.
Singkaplah !
Mungkin kau tahu
Dariku terjemahkanlah dalam artimu dan maksudmu itu agar kau semakin tahu dan mengerti bahwa aku selalu dan tetap aku yang ingin selalu dan semua itu sejati dalam kisah-kisah yang telah terbayangkan dalam anganmu.
Kuaklah dan resapilah diri dalam hayalmu itu dan...
Tanyakanlah sampai semua itu tidak selalu bayang-bayang.
Kau tahu semua itu kuasaNya.
Cinta itu hanya kata-kata kuasaNya itu
Mengertikah ?
Selengkapnya...